Penilaian Aset Tidak Berwujud

Metode yang digunakan menilai dalam beberapa hal sama dengan menilai aset berwujud. Perbedaan penting dalam beberapa kasus adalah tidak tersedia data-data yang penting seperti data transaksi pembanding, atau data financial histories. Seringkali data transaksi pembanding atau informasi benchmark yang dibutuhkan untuk dasar untuk menghasilkan kesimpulan penilaian tidak tersedia.

Dalam 2 dekade terakhir praktek penilaian asset tidak berwujud telah tumbuh secara dramatis. Biasanya 4 metode yang berbeda telah digunakan baik untuk transaksi, pajak, tujuan litigasi, concern atau penilaian untuk likuidasi.

The Cost Approach

The Cost Approach didasarkan kepada the economic principle of substitution. Hal yang penting, premisnya adalah bahwa pembeli potensial akan membayar asset itu tidak lebih  dari pada biaya yang digunakan untuk membangun atau memperoleh asset serupa dengan utility yang sama. The Cost Approach mencari untuk menentukan nilai dari asset tidak berwujud dengan menjumlahkan biaya terkait dalam pengembangannya. Itu nampak adil dan bersifat langsung. Namun demikian, Nampaknya hanya sederhana dengan menjumlahkan semua bon pengeluaran dari semua pengeluaran terkait. Ada 2 metode yang berbeda yaitu  Reproduction Cost and Replacement Cost.

“Reproduction Cost” mengukur besarnya pengeluaran yang penting dalam memproduksui kemballi asset yang persis sama. Metode itu cocok untuk menilai dengan tujuan litigasi melibatkan patent khusus atau ketika tingkat balikan suatu invetasi perlu untuk diukur. Sebaliknya, “Metode Replacement Cost” mengukur pengeluaran yang penting dalam membangun asset yang mempunyai utility yang sama dan cocok dalam penilaian suatu target harga sebelum negosiasi atau menghitung suatu dasar yang cocok tentang besarnhya royalty atau transfer pricing. Persyaratan penting untuk kedua metode itu adalah bahwa biaya tidak ditentukan betrdasarkan historical expenditures yang benar-benar terjadi melainkan pengeluaran yang penting dan biaya untuk mengganti atau mereproduksi asset agar ditentukan sebagai tanggal penilaian. Misal, banyak factor yang rilevan dalam pengembangan asset yang bisa proprietary.  Tetapi sekarang berada pada domain publik. Dan dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga sebelumnya. Demikian juga metode penilitian bisa berkembang dalam periode berjalan, titik dimana hanya separuh waktu sejarah penelitian dibutuhkan untuk menghasilkan pencapaian yang sama. Dan hakl itu berdampak kepada nilai dari asset.

Biaya yang dihitung ketika melakukan penilaian menggunakan metode ini harus dipertimbangkan dalam lingkungan ekonomi yang memadai. Hanya pengeluaran yang penting dalam hubungannya dengan lingkungan yang ada pada tanggal penilaian bisa dimasukkan. Ingat bahwa tanggal penilaian yang sesuai bisa saat itu atau atau bisa data histories. Dan biaya diestimasi sesuai tanggal penilaian. Ketika menggunakan tanggal histories itu penting untuk menggunakan pengeluaran yang penting tanggal tersebut, dan tidak tergantung pada jumlah yang sebenarnya sebelum tanggal itu.

Dampak dari persyaratan itu ada 2. Bila biaya dari unsur yang rilevan telah berubah sejak awal pengeluaran, biaya saat itu perlu digunakan di dalam perhitungan. Itu akan memperhitungkan inflasi atau deflasi yang terjadi. Juga setiap pengembangan selama sementara waktu yang akan berdampak secara material dalam proses pengembangan perlu di to be factored in as well. Misalnya suatu temuan yang semula memerlukan suatu tim dengan 10 peneliti untuk pengembangan maka saat ini hanya perlu 4 peneliti.

Semua biaya yang terkait dengan pengembangan aset tidak berwujud agar tidak dimasukkan sebagai biaya. Namun hanya biaya yang penting untuk membuat duplikasi aset atau memproduksi sebuah aset serupa dengan kedunaan yang sama. Biasanya hanya terdiri dari baik pengeluaran langsung ataupun biaya opportunis (opportunity costs). Biaya langsung akan termasuk semua biaya material yang diperlukan dalam proses pengembangan, upah buruh dan beberapa biaya overhead. Harus diyakinkan bahwa gaji, mamnfaat dan biaya employment lain yang menjadi atribut dari peneliti berasosiasi dengan upaya pengembangan didasarkan kepada praktek saat ini dan bukan berdasarkan pengeluaran dari upaya-upaya historis.

Overhead and management costs, such as project supervision, utilities, and administrative costs, should be pro-rated to reflect their true level of involvement with the development process. Also, when projecting the timetable needed to develop the assets in question, consideration must be given to the probability of success. Another aspect to remember is the fact that not all expenditures contribute equal value to an intangible asset. For example, it is doubtful that expenditures on Super Bowl ads increased the value of the trademarks and other marketing assets of the brands being advertised anywhere close to the tens of millions of dollars that are spent each year.

Opportunity costs consist of value of the other courses of action and investment opportunities that have been passed on, to pursue the development of the subject assets. Essentially, this analysis should measure the impact of a delayed market entry. In other words, what could be earned during the period of development if the assets were licensed today? Also, whether utilizing the reproduction method or the replacement method in a current or historical environment, the risk of obsolescence needs to be incorporated into the analysis. that actually took place. Instead, the methods used to value intangibles have some elements in common with those used to value tangible assets such as real estate. An important difference in most cases, though, is in the availability of the necessary data, such as finding comparable transactions or relevant historical financial information. Often, comparable transactions or benchmark information needed to establish a logical and intellectually sound basis for the valuation conclusions of intangible assets are unavailable.

In the last two decades, the intangible asset valuation practice field has grown dramatically. Traditionally, four different methodologies have been used to value assets, whether for transaction, tax or litigation purposes; in a going-concern valuation or in liquidation. We also present herein a fifth method that is frequently used for technology valuation.